Apakah Betul Ary Ginanjar Agustian ESQ Sesat?

Ary Ginanjar Agustian Sesat044

Telah banyak yang melontarkan tudingan dalam beberapa saat terakhir tentang suatu kegaduhan merebak, terutama di dunia maya, terkait fatwa sesat ESQ oleh salah seorang mufti di Malaysia. Aneka berita dan komentar hilir mudik masuk ke email saya. Mayoritas isinya mencerca, mencerca ESQ dengan kata dan kalimat yang –meminjam tagline Tempo—tak enak dibaca dan tidak perlu.

Jujur, membaca berbagai berita tersebut membuat saya mixed feeling: murung, geram, kecewa, kadang juga menggelikan. Saya tak akan berpanjang kalam menulis prolog ini. Ada baiknya kamu menyimak deretan catatan kritis aku berikut ini http://www.kaine2005.org/esq-dan-ary-ginanjar-sesat/:

1. Fatwa sesat ESQ dikeluarkan oleh satu orang mufti dari tiga belas mufti yang ada di Malaysia. Menariknya, Sang Mufti yang menyesatkan ESQ tersebut tak menghadiri pertemuan antara Ary Ginanjar dan 13 mufti lainnya pada Juni 2010 dan belum ikut pelatihan ESQ.
Ada tiga pertanyaan penting disini:
1) Kenapa ia yang tak datang, tetapi kemudian berani menyatakan ESQ sesat?
2) Kenapa dia yang belum pernah ikut training ESQ, berani menyatakan ESQ sesat?
3) Mengapa dari 14 mufti, cuma satu yang menyatakan ESQ sesat?

2. Sejauh yang aku amati, kenapa orang-orang yang mengatakan ESQ sesat hanya itu-itu saja? Dan mohon maaf, kebanyakan mereka merupakan ulama yang identik dengan kelompok tertentu yang selama ini terkenal gampang sekali memvonis orang atau kelompok lain. sementara itu, sama persis dengan di atas, situs-situs yang konsisten memuat pemberitaan ESQ sesat, hingga saat ini, juga yang itu-itu saja. Dan aku melihat, situs-situsnya, gampang sekali ditebak: berasal dari kelompok mana dan apa latar belakangnya.

3. Terkait dengan poin dua di atas, mengapa ulama-ulama yang selama ini menjadi mainstream umat Islam di Indonesia, tak menyatakan bahwa ESQ sesat? Muhammadiyah dan NU kompak berujar: “ESQ tak sesat.” Bahkan MUI, sebagai lembaga yang mempunyai otoritas mengeluarkan fatwa pun menyatakan tidak ada kesesatan ESQ.

4. Sejauh yang aku amati, merujuk pada sepuluh kriteria MUI tentang ajaran sesat (diantaranya merupakan mengingkari salah satu rukun iman dan rukun islam; meyakini turunnya wahyu sesudah Al Qur’an; mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dst), tak ada satupun yang dengan kuat bisa dijadikan landasan untuk menyatakan ESQ sesat (untuk hal ini aku bakal buat tulisan tersendiri). ESQ malah menegakkan rukun Iman dan rukun Islam, membuat peserta-peserta mencintai Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan mukjizat Al Qur’an. Lantaran memang tak ada kriteria yang bisa menjerat ESQ, makanya, sejak dulu hingga kini. Selain tersebut tidak mungkin ESQ bisa mempunyai alumni hingga hampir 1 juta orang apabila mengajarkan kesesatan.

5. Aneka tulisan yang masuk ke e-mail saya dan beredar di dunia maya, sudah tidak proporsional, adil, objektif. Bahkan, mohon maaf, sungguh dangkal analisanya, tidak logis dan sangat menyederhanakan kendala. Siapapun yang berpikiran waras, tidak cerah dan cerdas, pastinya bakal ketawa tergelak-gelak saat membaca kalimat semacam ini. Sebab penuh dengan liberalisme dan pluralisme, kH Anwar Ibrahim meragukan ajaran ESQ, Pasalnya, semasa Ary mendirikan ESQ tahun 2000 bertepatan dengan lahirnya gerakan Islam liberal di Indonesia yang diwakili JIL (Jaringan Islam Liberal).

Aneh bin ajaib…kok bisa-bisanya seorang ulama menyimpulkan ESQ adalah JIL hanya sebab mempunyai tanggal yang sama saat dibangun? Lalu apakah berarti semua organisasi yang dibangun di tahun 2000 bisa dihubungkan dengan JIL (Jaringan Islam Liberal)? Aku akan buat tulisan tersendiri tentang ini. Tunggu saja.

Masih banyak catatan kritis yang mau saya buat. Tapi untuk sementara cukup disini dulu. Sebab merasa sedih dengan potret umat Islam sekarang, saya sungguh tak kuasa untuk melanjutkanya sekarang Ulama dan pemimpinnya mudah sekali menyesatkan kelompok lain, umat menjadi bingung.